Universitas Ahmad Dahlan
  • TENTANG UAD
  • KULIAH DI UAD
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
  • KEHIDUPAN KAMPUS
  • INTERNASIONAL
  • Search
  • Menu Menu

Bangkitnya Kepenyairan UAD

Juni 15, 2012/in Warta Utama UAD/by webmaster

foto_diskusi_sastra

(Penyair memang harus dapat menerobos kulit gejala yang berarti dapat menembus pada ranah kenyataan yang hakiki yang sering didengungkan dengan istilah the ultimate reality)

Penciptaan karya sastra merupakan hasil kreativitas pengarang dalam menyampaikan renungan atas sesuatu yang berada di luar dirinya. Hasil proses kreativitas tersebut menjadi sesuatu (tulisan) yang dapat dibaca oleh masyarakat. Dengan demikian, karya sastra mempunyai fungsi sosial atau manfaat yang tidak sepenuhnya bersifat pribadi. Karya sastra juga mempunyai struktur yang koheren dan terpadu mengenai hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan zamannya serta manusia dengan Tuhan. Umar Kayam berpendapat bahwa kesenian (sastra termasuk di dalamnya) dapatlah dipandang sebagai satu cara manusia untuk menata kembali kehidupan lewat berbagai imaji dengan cara yang dirasakan paling mesra.

Sastra sebagai bagian dari kesenian mempunyai beragam fungsi. Fungsi-fungsi tersebut antara lain adalah dulce et utile atau sweet and useful (Rene Wellek dan Austin Warren), sebagai alat untuk mencapai “pemahaman yang imajinatif” mengenai alam kehidupan sosial dan politik sehingga sastra akan bersifat atau berfungsi kritis, etis, terapis, dan konseptualis (Roger D Spegele), dan sastra dapat pula dipandang sebagai mode of communication, mode of comprehension, dan mode of creation (Kuntowijoyo).

Pemikiran-pemikiran di atas pada hakikatnya menyiratkan bahwa salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesanggupan rokhaniah untuk menghayati segala segi kehidupan dan tatanilai yang berlaku di masyarakat adalah pengembangan kemampuan melaksanakan apresiasi sastra. Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah peduli akan hal tersebut. Oleh karena itu, acara rutin bulanan berupa diskusi sastra digelar dan dimaksudkan sebagai salah satu cara dalam mengembangkan apresiasi satra tersebut. Kegiatan berlangsung setiap bulan sekali, yakni pada hari Rabu minggu kedua. Pada bulan ini diskusi dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Juni 2012 pukul 19.00 bertempat di Kampus II Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Diskusi tersebut menyajikan pembahasan terhadap puisi-puisi hasil karya tiga penyair muda di Yogyakarta, yaitu Latief S Nugraha, Iqbal H Saputra, dan Fitri Merawati. Diskusi tersebut sekaligus dalam rangka launching buku kumpulan puisi mereka yang berjudul sungaisungai-muaramuara-pesisirpesisir. Hadir sebagi pembicara yaitu Prof. Suminto A Sayuti, penyair sekaligus Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni UNY, dengan moderator Budi Ismanto SA. Dalam kesempatan tersebut para penyair senoir seperti Teguh Ranusastra Asmara, Jabrohim Rina Ratih SS Sudaryani, Hamdi Salad, dan lain sebaginya.

“Penyair memang harus dapat menerobos kulit gejala yang berarti dapat menembus pada ranah kenyataan yang hakiki yang sering didengungkan dengan istilah the ultimate reality. Sungai bisa dimaknai sebagai kehidupan atau kematian, muara dapat dimaknai sebagai harapan atau mungkin juga kekecewaaan, sementara pesisir adalah penghabisan usia yang terbatas. Puisi serupa penyair yang menyadari kematian ketika ia telah menerima kehidupan sepenuhnya.” papar Suminto dalam diskusi tersebut. (FM)

foto_diskusi_sastra

(Penyair memang harus dapat menerobos kulit gejala yang berarti dapat menembus pada ranah kenyataan yang hakiki yang sering didengungkan dengan istilah the ultimate reality)

Penciptaan karya sastra merupakan hasil kreativitas pengarang dalam menyampaikan renungan atas sesuatu yang berada di luar dirinya. Hasil proses kreativitas tersebut menjadi sesuatu (tulisan) yang dapat dibaca oleh masyarakat. Dengan demikian, karya sastra mempunyai fungsi sosial atau manfaat yang tidak sepenuhnya bersifat pribadi. Karya sastra juga mempunyai struktur yang koheren dan terpadu mengenai hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan zamannya serta manusia dengan Tuhan. Umar Kayam berpendapat bahwa kesenian (sastra termasuk di dalamnya) dapatlah dipandang sebagai satu cara manusia untuk menata kembali kehidupan lewat berbagai imaji dengan cara yang dirasakan paling mesra.

Sastra sebagai bagian dari kesenian mempunyai beragam fungsi. Fungsi-fungsi tersebut antara lain adalah dulce et utile atau sweet and useful (Rene Wellek dan Austin Warren), sebagai alat untuk mencapai “pemahaman yang imajinatif” mengenai alam kehidupan sosial dan politik sehingga sastra akan bersifat atau berfungsi kritis, etis, terapis, dan konseptualis (Roger D Spegele), dan sastra dapat pula dipandang sebagai mode of communication, mode of comprehension, dan mode of creation (Kuntowijoyo).

Pemikiran-pemikiran di atas pada hakikatnya menyiratkan bahwa salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesanggupan rokhaniah untuk menghayati segala segi kehidupan dan tatanilai yang berlaku di masyarakat adalah pengembangan kemampuan melaksanakan apresiasi sastra. Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah peduli akan hal tersebut. Oleh karena itu, acara rutin bulanan berupa diskusi sastra digelar dan dimaksudkan sebagai salah satu cara dalam mengembangkan apresiasi satra tersebut. Kegiatan berlangsung setiap bulan sekali, yakni pada hari Rabu minggu kedua. Pada bulan ini diskusi dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Juni 2012 pukul 19.00 bertempat di Kampus II Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Diskusi tersebut menyajikan pembahasan terhadap puisi-puisi hasil karya tiga penyair muda di Yogyakarta, yaitu Latief S Nugraha, Iqbal H Saputra, dan Fitri Merawati. Diskusi tersebut sekaligus dalam rangka launching buku kumpulan puisi mereka yang berjudul sungaisungai-muaramuara-pesisirpesisir. Hadir sebagi pembicara yaitu Prof. Suminto A Sayuti, penyair sekaligus Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni UNY, dengan moderator Budi Ismanto SA. Dalam kesempatan tersebut para penyair senoir seperti Teguh Ranusastra Asmara, Jabrohim Rina Ratih SS Sudaryani, Hamdi Salad, dan lain sebaginya.

“Penyair memang harus dapat menerobos kulit gejala yang berarti dapat menembus pada ranah kenyataan yang hakiki yang sering didengungkan dengan istilah the ultimate reality. Sungai bisa dimaknai sebagai kehidupan atau kematian, muara dapat dimaknai sebagai harapan atau mungkin juga kekecewaaan, sementara pesisir adalah penghabisan usia yang terbatas. Puisi serupa penyair yang menyadari kematian ketika ia telah menerima kehidupan sepenuhnya.” papar Suminto dalam diskusi tersebut. (FM)

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on Pinterest
  • Share on LinkedIn
  • Share on Reddit
  • Share by Mail
http://dev.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-uad-new-3.png 0 0 webmaster http://dev.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-uad-new-3.png webmaster2012-06-15 19:10:252012-06-15 19:10:25Bangkitnya Kepenyairan UAD

Temukan Kami

  • Facebook : Universitas Ahmad Dahlan
  • Instagram : @klik_uad
  • twitter : @klik_uad
  • youtube : Universitas Ahmad Dahlan

Instagram

Temukan Kami
#SEMUABISAKULIAHDIUAD
Cari versi terbaikmu di Universitas Ahmad Dahlan
Menjadi dahlan muda dan temukan versi terbaikmu di Universitas Ahmad Dahlan


Daftar Sekarang

Rekognisi

 

Alamat

Kampus I

Kampus I (Rektorat)
Jalan Kapas No. 9, Semaki, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id
Kampus I Unit B
Jalan Kapas No. 14, Semaki, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id

Kampus II

Kampus II Unit A
Jalan Pramuka No. 42, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id
Kampus II Unit B
Jalan Pramuka No. 42, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id

Kampus III

Kampus III
Jalan Prof. Dr. Soepomo, S.H., Warungboto, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55164
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id

Kampus IV

Kampus IV (Utama)
Jalan Ahmad Yani, Tamanan, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55191
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id

Kampus V

Kampus V
Jalan Ki Ageng Pemanahan No. 19, Sorosutan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55162
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id

Kampus VI

Kampus VI
Jalan Wates–Purworejo No. 234, Dalangan, Triharjo, Kec. Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55651
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id

Kantor LPP & LSP

Kantor LPP & LSP
Jalan Gondosuli No. 1b, Semaki Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515
Faximille : 0274-564604
Email : info[at]uad.ac.id
Tiga TIM PKM UAD Lolos PIMNAS XXVCantik Syar’i Kenapa Tidak?
Scroll to top