Elisha: UAD Bergerak Cepat

UAD berkembang sangat cepat dan bisa lihat dari Teknologi Informatika (TI) yang keren dan sesuai standar. Gedung juga keren, ada lift dan eskalatornya,” kata Elisha Orkarus Allaso saat ditemui (9-01-2019).

Menurut sinden lulusan Pedalangan ISI Yogyakarta sekaligus lulusan Magister Psikologi tersebut, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gerakannya cepat. Selain gedung, program studi yang ada semakin banyak.

Saat mengadakan acara wayang kemarin, gerakan panitian UAD sangat cepat. Dalam waktu yang singkat, publikasi dan persiapan yang lain terealisasi dengan baik. Dari semua pengalaman saya nyinden di acara wayang di luar, UAD sangat serius dalam menjalankan kegiatan.

Elisha berharap, UAD bisa menjadi perguruan tinggi yang menjaga budaya. Seperti tema yang diusung pada Milad ke 58 UAD ini, “Membangun Identitas Bangsa dan Budaya Indonesia yang Berkemajuan”.

Meski UAD berkembang dari sisi jurusan dan gedung, perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Muhammadiyah ini juga mengembangkan budaya. Apalagi K.H. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah juga melestarikan dan mengembangkan budaya,kata gadis yang mengaku ikut Seno sejak 2016 ini.

Budaya adalah harta kita. Karena itu, penting untuk dilestarikan,” tukasnya.

Elisha menjadi sinden bintang tamu saat UAD mengadakan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Dalang Seno Nugroho untuk memeringati Milad UAD ke-58 di kampus utama Jln. Lingkar Selatan, Tamanan, Bantul.

Dosen UAD Kenalkan Yogyakarta kepada CCPIT untuk Investasi dan Kolaborasi

 

Pada 3 Januari 2019, China Council for The Promotion of International Trade Asean Center (CCPIT) dengan rombongan dari Persatuan Pengusaha Wenzhou Asia Tenggara (PPWA) melakukan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dalam rombongan delegasi ini, terdiri atas berbagai pengusaha yang siap berinvestasi di Indonesia. Dalam pertemuan, dibahas berbagai kesempatan kerja sama yang dapat diwujudkan dan dilakukan di Yogyakarta.

Pertemuan dengan Ngarsa Dalem, membahas rencana kolaborasi CCPIT dengan Pemerintah Daerah DIY di bidang pengembangan infrastruktur, teknologi cerdas, pengembangan lingkungan, dan teknologi informasi. Untuk CCPIT, PPWA saat ini sudah memiliki kantor di Yogyakarta dan terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan HAM Indonesia.

Dalam rombongan yang dipimpin oleh Mr. Aland Chen tersebut terdapat putra daerah Yogyakarta dan akademisi dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yakni Hari Haryadi, yang menjabat sebagai Sekjend Asosiasi PPWA di Indonesia. Hary menjelaskan bahwa dipilihnya Yogyakarta sebagai kantor pusat CCPIT karena kestabilan iklim usaha dan politiknya.

Untuk mewujudkan kegiatan yang optimal, CCPIT berharap dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY dan para pelaku usaha yang ada di Yogyakarta khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Dalam pertemuan dengan Gubernur DIY, salah satu delegasi yang mengepalai bagian IT CCPIT, Mr. Lin Rong Tian, menjelaskan saat ini sedang meningkatkan pengembangkan teknologi informasi dan infrastruktur. Dengan kesamaan kondisi ini mudah-mudahan dapat terjalin dengan baik kerja sama kami dengan Indonesia, khususnya Yogyakarta.”

Lakon Amarta Binangun Disesaki Ribuan Penonton

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Amarta Binangun, Sabtu (512019). Acara yang digelar di kampus utama UAD, Jln. Lingkar Selatan, Tamanan, Bantul, dihadiri ribuan penonton. Pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Seno Nugroho ini untuk memeringati Milad UAD ke-58.

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. mengatakan, pertunjukan wayang kulit semalam suntuk ini untuk melestarikan apa yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan. “UAD terbuka dengan seni dan budaya, sebagai salah satu bentuk pelestarian kebudayaan. Selain itu, sebagai salah satu bentuk pelestarian kebudayaan, acara-acara di UAD saat ini membiasakan diawali dengan tari-tarian.”

Terkait wayang kulit, sebagai salah satu warisan kebudayaan yang digunakan untuk media dakwah Islam di masanya, jangan sampai dicuri atau diklaim oleh negara lain,” lanjutnya.

Selain sebagai hiburan untuk sivitas UAD dan masyarakat, pagelaran wayang kulit ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa. Sehingga para mahasiswa dapat mencintai budaya sendiri. Pada kesempatan ini, puluhan mahasiswa asing UAD juga terlihat antusias dalam menonton pagelaran wayang kulit ini.

Lakon Amarto Binangun, dijelaskan Kasiyarno, dalam cerita, Amarta selalu direcoki, dizalimi, dimusuhi oleh Kurawa. Mengetahui hal tersebut, Maswopati merasa kasihan pada Pandawa. Oleh karenanya Pandawa diberi hutan, yang ternyata hutan itu penuh dengan jin. Bahkan bisa dikatakan sebagai kerajaan jin.

Pelajaran yang bisa diambil dari lakon ini, untuk meraih sesuatu kebahagiaan atau kesuksesan harus melalu perjuangan. Seperti yang diajarkan di UAD, kami memiliki spirit 8-As. Kerja keras, kerja tuntas, kerja ikhlas, dan kerja cerdas, mumtas, kualitas, sinergitas, dan membangun trust,” tandasnya.

Kali ini, kata Kasiyarno, UAD sengaja memilih Seno Nugroho sebagai dalanya. Sebab Seno Nugroho merupakan dalang populer. “Kemarin kami memanfaatkan dalang ‘dalam negeri’ mahasiswa kita, tidak ada penonton. Padahal ini untuk memopulerkan mahasiswa sendiri, tetapi tidak ada penonton,” katanya sambil menambahkan tradisi wayangan sudah dilakukan sejak Kasiyarno menjadi rektor tahun 2007. (ard)

Caring for the Environment, UAD PBS Students Organize a Beach Cleanup

S1 students of the Sharia Banking (PBS) Study Program of the Faculty of Education and Islamic Studies of Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) and Postgraduate students of English Language Education (PBI) of UAD, in collaboration with the Centre of Tourism & Creative Business (COTRES) of UAD, conducted a clean-up activity in mangrove area in the south coast of Bantul, on Sunday (2-12-2018).

A total of 175 students and lecturers from PBS and 25 PBI graduate students, together with a number of UAD Tourism Lovers volunteer students were deployed to the field to clean up garbage in the mangrove ecotourism area of ​​Baros beach.

Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I., as the Chairperson of Sharia Banking Study Program, who was present to accompany the students and lecturers said that this activity was part of the agenda of the study program that was related to the environment, which was a manifestation of real contribution to the environment from UAD PBS. In addition, he said that this activity also aimed to instill a love for environment for PBS students as well as a manifestation of contribution from UAD as an educational institution in tourism development.

As the coordinator of this activity, COTRES Director, Nur Rifai Akhsan, explained that the activity could help grow a love and concern for the environment for the younger generation. The activity was also aimed at helping the government in developing tourism, especially in Yogyakarta. Nur Rifai Akhsan, who is also a lecturer at English Language Education of UAD, shared his expectation that the movement they carried out would be beneficial and could inspire the people awareness and concern and for all parties to work together to develop tourism in Indonesia. (PEP)

93 Tim Ikuti Kontes Robot Nasional UAD

 

Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) dan Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan Ahmad Dahlan Robotic Competition (ADRC) 2018. Kontes Robot Nasional tingkat SD-SMA/K ini sudah memasuki tahun ketujuh, sejak diselenggarakan pada 2011.

 

Kegiatan diikuti 93 tim robot meliputi 27 SD-SMP dan 66 SMA/K. Acara yang digelar pada Kamis, 27 Desember 2018 ini diikuti tim dari berbagai daerah seperti Semarang, Surakarta, Gresik, Bandung, Magetan, Jakarta, Banyumas, Purworejo, dan Yogyakarta.

 

Membuka ADRC 2018 di Graha Wanabaktiyasha, Wakil Rektor III UAD, Dr. Abdul Fadlil, M.T. mengatakan saat ini kita masuk ke era baru di revolusi industri 4.0 yang menitikberatkan pada sistem informasi. Ia berharap melalui ADRC para pelajar akan mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini. “Semoga minat pelajar dalam bidang robotika semakin berkembang selaras dengan tema ADRC 2018 ini, yakni berinovasi dan menginspirasi dalam Robotika,”ucapnya.

 

Dua kategori diperlombakan dalam ADRC 2018, Kontes Robot Sumo dan Line Follower, yang memperebutkan Piala Gubernur, Walikota, dan Rektor UAD. Pada kategori Sumo, juara adalah robot yang kuat yang mampu menjatuhkan pesaingnya layaknya olahraga sumo, sedangkan kategori Line Followers adalah mengadu kecepatan menuju garis finis. Kategori Sumo pemenangnya di antaranya SD Unggulan Aisyiyah (juara 1 dan 4), SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta (juara 2 dan 3), SD Muhammadiyah Bantul Kota (Desain Terbaik dan Inovasi Terbaik), MTsN 6 Sleman (Pertahanan Terbaik). Sedangkan untuk kategori Line Follower pemenangnya adalah SMAN 5 Semarang (juara 1), SMK N 3 Yogya (juara 2), SMA N 1 Yogya (juara 3), SMK N 2 Yogya (juara 4 dan Best Design), serta SMP N 1 Bantul (Best Strategy).

 

Penulis : Phisca Aditya Rosyady

93 Teams Participate in UAD National Robot Contest

Electrical Engineering Student Association (HMTE) and Robotic Development Community (RDC) of Universitas Ahmad Dahlan (UAD) held Ahmad Dahlan Robotic Competition (ADRC) of 2018. This National Robot Contest on SD-SMA/K level has entered its seventh year, since it was held in 2011.

"The activity was attended by 93 robotic teams, including 27 elementary schools and 66 high schools. The event, which was held on Thursday, December 27th, 2018, was attended by teams from various regions such as Semarang, Surakarta, Gresik, Bandung, Magetan, Jakarta, Banyumas, Purworejo, and Yogyakarta.

Opening ADRC of 2018 at Graha Wanabaktiyasha, the Vice Rector III of UAD, Dr. Abdul Fadlil, M.T., said that today we were entering a new era in the industrial revolution of 4.0 which focused on information system. He expressed his hope that through ADRC, students would love science and technology early. "Hopefully, students' interest in the field of robotics is increasingly developing in line with the theme of the 2018 ADRC, which is to innovate and inspire people in Robotics," he said.

Two categories are competed in ADRC 2018, Sumo and Line Follower Robot Contest, to compete for the Cups of Governor, Mayor, and Rector of UAD. In Sumo category, the selected champions are those with powerful robots that are capable of taking down their competitors, just like sumo sport. Meanwhile, in Line Followers category, the participants compete to speed towards the finish line. The winners for Sumo category include SD Unggulan Aisyiyah (1st and 4th place winners), SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta (runner up and 3rd place winners), SD Muhammadiyah Bantul Kota (Best Design and Best Innovation), MTsN 6 Sleman (Best Endurance). Meanwhile, the winners for Line Follower category include SMAN 5 Semarang (1st place winner), SMK N 3 Yogya (runner up), SMA N 1 Yogya (3rd place winner), SMK N 2 Yogya (4th place winner and Best Design), serta SMP N 1 Bantul (Best Strategy).

Author: Phisca Aditya Rosyady

BMD FEST OF 2018 PASTA COOKING COMPETITION

On Sunday (9-12-2018), Budi Mulia Dua held an activity entitled "BMD FEST 2018 PASTA COOKING COMPETITION" at VHS Budi Mulia Dua at Jalan Raya Tajem km. 3, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Starting from their initiative to take part in the competition, Maretta and Krisna tried to convey their intentions and asked permission from the lecturers of Food Service Business (Bisma) Study Program. After getting permission and support from the university, the two students planned the concept that they would use in the competition later. Bisma sent three teams. The first team consisted of Maretta and Krisna, the second one with Heni and Putri, and the third team with Anisa and Isma.

 

The requirements that need to be fulfilled in order to take part in BMD FEST 2018 PASTA COOKING COMPETITION include the team must consist of two people, choose one type of pasta (fettuccini, fusilli, spaghetti, or lasagna), make two servings of processed pasta with no required technique and at a cost of IDR 40,000.00 for two portions, make a menu and recipe to be submitted to the committee, and is only provided 45 minutes to process the pasta and the clear up (cleaning the work table, processing equipment, sink and preparing the display plate).

The menu made by the first team was "Fusilli Pasta with Kallio Sauce", the second team made "Fettuccini Matcabor" which was a combination of Carbonara sauce with sambal matah, while the third team made "Fettuccini Bolognese". They were very excited to take part in the competition and really had the expectation that someone would win the competition as a representative of Bisma.

 

PASTA COOKING COMPETITION is divided into two sessions, the first session at 09.15 WIB and the second session at 10.00 WIB. Bisma team got their turn in the second session, so their turn was finished at 10:45 WIB. It felt like the time went very fast when the competition took place. It is because in the duration of 45 minutes, the cooking concept had to be finished, including the clear up. Alhamdulillah, Bisma team can finish on time, even the first team can finish their cooking before the jury reminded the remaining 15 minutes time that was left. The announcement of the champion of the competition was carried out after Zuhur prayer.

 

Alhamdulillahirabbil’alamiin, Allah Swt. Granted our prayer. Bisma students managed to be the second place winner. The achievement was made by the first team. The results, indeed, will not betray the process. The process started from when the students took initiative to participate in the competition, then prepared everything, practiced cooking before the competition, seriously participated in the race, and finally produced a very satisfying result that made us all proud.

Pentas Wayang Kulit: UAD untuk Indonesia Berkemajuan dan Berbudaya

 

Bertempat di Kampus empat Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (5/1) akan diselenggarakan pentas wayang kulit. Pagelaran wayang kulit ini akan dipandu oleh dalang kondang Ki Seno Nugroho dengan mengangkat lakon Amarta Binangun.

Lakon Amarta Binangun menceritakan tentang sebuah epik perjuangan Pandawa membangun hutan Wana Marta menjadi sebuah kerajaan yang masyur. Diceritakan dalam Amarta Binangun, setelah Pandu Dewanata sebagai Raja Hastina meninggal dunia, kelima anaknya yakni kesatria Pandawa, menuntut hak di kerajaan Hastina yang belakangan dikuasai oleh pamannya, Prabu Destarata. Akan tetapi, kelima kesatria itu tidak diberikan hak apapun atas kerajaan Ayahnya. Prabu Destarata justru memerintahkan Pandawa untuk membangun kerajaan sendiri di hutan tandus Amarta.

Meskipun berat, sebagai kesatria, Pandawa tetap menjalankan perintah Prabu Destarata yang telah menduduki posisi raja menggantikan ayahnya. Perjalanan dari Hastina menuju Amarta tidak dilalui dengan mudah oleh para kesatria Pandawa, banyak halangan dan rintangan namun tidak menghentikan langkanya menuju hutan tandus itu. Setelah sampai di hutan Amarta, para kesatria Pandawa tetap menemui hanyak halangan dan rintangan ketika membangun hutan belantara tandus menjadi sebuah kerajaan. Meskipun demikian, para Pandawa tidak patah arang hingga meraka berhasil membangun sebuah kerajaan baru yang besar dan maju dengan rakyatnya yang makmur dan sejahtera.     

Kordinator Seksi Pagelaran Wayang Kulit Unggul Haryanto Nur Utomo M.Si menyampaikan, wayang kulit merupakan salah satu kesenian asli Indonesia yang telah diakui dunia, sehingga wayang kulit merupakan salah satu simbol identitas bangsa. Wayang kulit juga merupakan kesenian yang sarat nilai-nilai luhur. Menggelar pentas wayang kulit adalah wujud melestarikan identitas budaya sakaligus menyuguhkan tontonan berisi tuntunan.

Lebih lanjut, Unggul mengatakan pemilihan lakon Amarta Binangun bukan tanpa alasan. Dalam lakon itu perjuangan para kesatria Pandawa membangun hutan hingga menjadi sebuah kerajaan yang besar dan maju dapat menjadi contoh dan dipetik nilai-nilai luhurnya. Apa yang dilakukan para Pandawa juga dilakukan para pendiri UAD. Sebelum menjadi sebuah universitas yang besar dan maju seperti sekarang ini, UAD juga memiliki proses yang panjang dan tidak mudah.

“Dimulai dari IKIP Muhammadiyah, sebuah institut yang hanya fokus di keguruan, hingga akhirnya berkembang menjadi UAD yang memiliki banyak fakultas. Termasuk Fakultas Kedokteran yang dulu dianggap tidak memungkinkan. Waktu telah membuktikan UAD terus berkembang dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk bangsa melalui dunia pendidikan,” kata Kordinator Seksi Pagelaran Wayang Kulit yang juga Dosen Psikologi.

Unggul juga mengemukakan, pagelaran wayang kulit kali ini juga mendatangkan sinden bernama Elisha Orkarus Allaso, sarjana Pedalangan lulusan ISI Yogyakarta yang juga seorang Magister Psikologi asal Sulawesi blasteran Venezuela dan Perancis. Sesuai dengan tema Milad “Membangun identitas Bangsa yang Berkemajuan Berbasis Budaya”, pagelaran wayang kulit ini diharapkan menjadi kegiatan yang dapat memberikan banyak teladan nilai untuk memajukan bangsa dan wahana merefleksikan.

“Elisha meskipun bukan orang Jawa, namun mau dan mampu menjadi sinden. Selain dapat memetik banyak pembelajaran dari lakon Amarta Binangun, kita juga dapat belajar dari Elisha untuk membangun dan memajukan bangsa yang beridentitas,” ucap Unggul. (Efri). 

Flooded with Ideas in the Final Project Exhibition (FiPEx) of 2018

Final Project Exhibition (FiPEx) of 2018 successfully attracted the enthusiasm of students and the general public at Universitas Ahmad Dahlan (UAD). FiPEx of 2018 is an event aimed for exhibiting the work of students of Information System Study Program of UAD in the form of product applications, prototypes, and posters. These works are the result of projects in several courses to be exhibited in FiPEx.

"We are trying out a project-based learning process to trigger students’ new ideas and it turned out the results were very satisfying. There were lots of fresh ideas that emerged and had the potential to turn into startups," said Farid Suryanto, M.T., as a lecturer at Information System Study Program of UAD.

The exhibition which was held from Friday, December 28th to Saturday, December 29th 2018 was attended by Dr. Muchlas, M.T., as Vice Rector 1. "All competencies needed in the industrial era of 4.0 can be found in FiPEx of 2018," he said in the opening session of the exhibition. Furthermore, he said that activities like FiPEx needed to be initiated in other study programs at UAD so that fresh ideas from the millennial generation could emerge.

In line with Muchlas, Imam Azhari, as the Dean of FMIPA UAD, also said that project-based learning was the answer to challenges in the industrial era of 4.0. "I see the ideas displayed in this 2018 FiPEx worth producing for commercial needs. I also see that in the next two or three years, the ideas displayed here will become startups that will compete in the industry."

At the opening session of the 2018 FiPEx, Dr. Dedi Pramono, as the Head of Bureau of Student and Alumni Affairs (Bimawa) of UAD said, "the ideas exhibited here are great. They should be followed up," he said while attending the exhibition stands and trying out web-based game applications that were controlled by body gestures captured by a camera.

The Head of UAD PKM Center, Dr. Endang Darmawan, seemed very enthusiastic when trying out the Virus Shooter application that used Augmented Reality (AR) technology in one of the exhibition stands. In fact, he also had the opportunity to give appreciation Virus Shooter, a work by Muhammad Luthfiansyah, a third semester student of UAD Information System Study Program, by pinning a gold star. In this 2018 FiPEx, the gold star is the highest appreciation that will determine the final grade of students in related subjects.

There was also a talk show in the exhibition held at campus 4 of UAD that presented one of the Google Student Ambassadors for Yogyakarta region, Niken Wulandari. Niken, who is also a student of UAD Information System, shared her experiences at the Google conference held in Bali in 2017 and in Bangalore, India in November 2018.

"We deliberately presented Niken to inspire students to be more proactive to take the opportunity in networking with communities outside campus," said Hudzaifah Saiful Haq from the event division of 2018 FiPEx.

Farrizal Alchudri as the head of the committee added that there were 90 works exhibited in FiPEx of 2018. Furthermore, Farrizal said, "They have worked optimally of one semester to prepare their works and the technical implementation of the event and it turned out that it received big appreciation from the people."

 

Contact Activity Information:

Farid Suryanto,

087730300127

BMD FEST 2018 PASTA COOKING COMPETITION

Pada Minggu (9-12-2018), Budi Mulia Dua mengadakan kegiatan “BMD FEST 2018 PASTA COOKING COMPETITION” di VHS Budi Mulia Dua, Jalan Raya Tajem km. 3, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Berawal dari inisiatif untuk mengikuti perlombaan tersebut, Maretta dan Krisna mencoba menyampaikan maksudnya dan meminta izin kepada dosen Program Studi Bisnis Jasa Makanan (Bisma). Setelah mendapatkan izin dan dukungan, dua mahasiswa tersebut menyusun konsep yang akan dibawa saat lomba nanti. Bisma mengirimkan tiga tim yang terdiri atas Maretta dan Krisna sebagai tim pertama, Heni dan Putri sebagai tim kedua, serta tim ketiga yaitu Anisa dan Isma.

Ketentuan dari BMD FEST 2018 PASTA COOKING COMPETITION antara lain tim harus terdiri atas dua orang, memilih salah satu jenis pasta (fettucini, fusilli, spageti, atau lasagna), membuat olahan pasta sebanyak dua porsi dengan teknis bebas dan dengan biaya harus Rp40.000,00 untuk dua porsi, membuat menu dan resep untuk diserahkan kepada panitia, serta hanya disediakan waktu selama 45 menit untuk pengolahan pasta dan clear up (kebersihan meja kerja, alat pengolahan, bak cuci, dan piring display).

Menu yang dibuat oleh tim pertama adalah “Fusilli Pasta with Kallio Sauce, tim kedua membuat “Fettucini Matcabor” yang merupakan perpaduan saus carbonara dengan sambal matah, sementara tim ketiga membuat “Fettucini Bolognese. Mereka sangat bersemangat mengikuti perlombaan tersebut dan sangat berharap ada yang memenangkan lomba dari perwakilan Bisma.

PASTA COOKING COMPETITION dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama pukul 09.15 WIB dan sesi kedua pukul 10.00 WIB. Tim Bisma mendapatkan giliran pada sesi kedua, sehingga perlombaan selesai pada pukul 10.45 WIB. Waktu berjalan terasa sangat cepat pada saat lomba berlangsung karena dalam waktu 45 menit, konsep memasak harus selesai semua termasuk clear up. Alhamdulillah, tim Bisma dapat selesai tepat waktu, bahkan tim pertama dapat menyelesaikan perlombaan sebelum juri mengingatkan sisa waktu 15 menit. Pengumuman pemenanng lomba dilakukan setelah salat Zuhur.

Ucap Alhamdulillahirabbil’alamiin, Allah Swt. mengabulkan doa. Mahasiswa Bisma berhasil mendapatkan juara 2 yang diperoleh tim pertama. Hasil tidak akan mengkhianati proses. Proses dari inisiatif mahasiswa kemudian mempersiapkan semuanya, berlatih memasak sebelum pelaksanaan lomba, hingga bersungguh-sungguh mengikuti perlombaan, akhirnya menghasilkan hasil yang sangat memuaskan dan membanggakan.