Mahasiswa PBSI UAD Studi Banding ke Bandung

Minggu (09/05) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan studi banding ke Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Padjajaran (Umpad) Bandung, Jawa Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa dalam memahami ilmu yang ada di luar UAD sebagai landasan untuk mengembangkan bidang keilmuan. Kunjungan diikuti oleh mahasiswa dan Dosen PBSI UAD.

Kunjungan tersebut tidak membandingkan dan melihat kegiatan apa yang belum terlaksana di PBSI UAD saja, tetapi juga dalam rangka menjalin silturahmi dengan berbagai universitas yang ada di Bandung, khususnya pada bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, guna meningkatkan kualitas HMPS PBSI. Drs. H. Dadang Iskandar, MPd selaku dekan FKIP Unpas mengatakan ”kami senang dengan adanya kunjungan UAD ke Unpas, semoga apa yang diinginkan oleh Pihak UAD dapat terpenuhi. Saya harap ini terus berlanjut dalam menjaga silaturahmi”.

Tri Lestari selaku ketua HMPS PBSI UAD menjelaskan bahwa ”Dengan adanya studi banding ini kami mendapat motifasi dalam mengembangkan pola pikir yang ada di PBSI UAD. Kami yakin bisa melaksanakan kegiatan apa yang telah dilaksanakan Unpas, dengan kemampuan yang kami punya sekarang yaitu dengan menggabungkan departemen-departemen di HMPS PBSI UAD seperti JAB, Kreskit serta dengan dukungan dari pihak kampus”.

Kunjungan tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan Unpas ke UAD beberapa waktu lalu, ini merupakan langkah dalam menjalin silaturahmi dengan Unpas. Selain ke Unpas mereka juga melakukan kujungan ke Umpad, di sana banyak hal yang didapatkan hal yang berbeda dalam pola struktur pembelajaran yang diterapkan oleh Unpad, selanjutnya mereka mengunjungi Musium Asia-Afrika dan ke Tangkuban Perahu serta Pemandian Air Panas Ciater. ”Banyak pengalaman yang kami dapatkan dari studi banding ini, semoga dengan adanya studi banding ini FKIP khususnya PBSI UAD menjadi lebih baik ke depannya”, ucap Rahmat peserta studi banding tersebut. (Sbwh)

 

 

Read more

SMA NEGERI 1 RANCAH CIAMIS Kunjungi UAD

Sabtu (15/05), Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Rancah, Ciamis mengunjungi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia dalam rangka menjalin silaturrahim sekaligus mengenal lebih dekat sistem perkuliahan di UAD Yogyakarta. Acara tersebut diikuti oleh para siswa dan guru dari SMA Negri I Rancah yang berlangsung di Auditorium Kampus I UAD, Jln. Kapas 9 Semaki Yogyakarta.

Kedatangan SMA Negeri I Rancah bertujuan untuk memperkenalkan perguruan tinggi khususnya UAD pada para siswa agar mereka memiliki bayangan untuk kelanjutan studi di masa mendatang. Drs. H Endang Syamsudin selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Rancah menegaskan bahwa kunjungan ini adalah sebuah apresiasi siswa dalam mengenal banyak perguruan tinggi, khususnya UAD yang nantinya merujuk pada persiapan siswa dalam mempromosikan perguruan tinggi secara langsung di lapangan.

Acara yang berlangsung pada Pukul 01.30 WIB itu, disambut dengan baik oleh BAA (Biro Akademik dan Admisi) UAD Yogyakarta. Selanjutnya acara dibuka langsung oleh Drs. Dedi Pramono, M.Hum sekaligus memperkenalkan staf-stafnya dan memperkenalkan UAD dari mulai dari kampus hingga perkembangan UAD dari masa ke masa. Pada kesempatan tersebut Drs. Dedi Pramono M.Hum meyampaikan bahwa “Saat ini UAD Yogyakarta termasuk 50 besar perguruan tinggi yang menjajikan di Indonesia versi DIKTI. Saat ini juga, sudah sembilan tahun UAD mewakili Yogyakarta dalam program Mahasiswa Berprestasi”.

Dalam kunjungan yang diikuti sekitar 215 siswa dan guru tersebut, Drs.H. Endang Syamsudin menambahkan “kunjungan ini merupakan sebuah bentuk kontribusi kepada UAD sebagai alumni yang dulunya berbentuk IKIP Muhammadiyah. Selain itu, untuk menjaga jalinan silaturahmi antara SMA N I Rancah Ciamis dengan UAD Yogyakarta, agar komunikasi yang sudah terjalin berlangsung dengan baik” tambahnya saat diwawancarai. (sbwh)

 

 

Read more

Penandatangan MoU: Rektor UAD dan Bupati Kulon Progo

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini menjadi sebuah tolok ukur seberapa jauh sebuah Perguruan Tinggi memberikan sumbangan kepada masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia telah melaksanakan kegiatan edukatif dibidang pengabdian masyarakat, namun masih perlu ditingkatkan lagi. Pada Selasa, 25 Mei 2010, Rektor UAD dan Bupati Kulon Progo telah melakukan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) tentang pengabdian masyarakat bertempat di gedung Joglo kompleks kantor pemkab. Acara ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan selesai penandatanganan dilanjutkan dengan ramah tamah. Hadir dalam acara ini Rektor UAD beserta Wakil Rektor III dan para Dekan di lingkungan UAD, yang diterima oleh Bapak Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo, beserta jajarannya.

Drs. H. Kasiyarno, M.Hum, selaku Rektor UAD menyampaikan harapan bahwa kerjasama ini kedepan tidak hanya dalam bidang pengabdian masyarakat, namun dapat ditingkatkan dalam bidang penelitian dan pendidikan. Harapan Rektor UAD ini mendapat tanggapan yang positif dari bupati Kulon Progo. Menurut Toyo kerjasama ini merupakan kebutuhan kedua belah pihak. Pihak UAD butuh mengaplikasikan teori-teori agar dapat dipraktekkan sedangkan pihak masyarakat Kulonprogo butuh pendidikan.

Perhatian bupati Kulon Progo terhadap bidang pendidikan sangat besar, terbukti dengan tawarannya kepada Rektor UAD untuk bisa membangun kampus di Kulon Progo. Nama KH. Ahmad Dahlan telah kami jadikan sebagai nama jalan yang cukup panjang yaitu antara terminal sampai dengan Toyan, sebagai penghargaan bentuk penghargaan ketokohan beliau, demikian kata Toyo. Menanggapi tawaran bupati Kulon Progo ini Rektor UAD hal ini dipandang sebagai tantangan dan akan menindaklanjuti dengan menyampaikannya ke PP Muhammadiyah. (@arsip rektorat)

 

 

 

Read more

MADAPALA UAD Adakan Simulasi Tenggap Bencana Gempa

Mahasiswa Ahmad Dahlan Pecinta Alam (Madapala) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia mengadakan simulasi tanggap bencana gempa yang bertempat di gedung ITC (Information Technology Center) UAD Jl. Kapas No. 9, Semaki Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan hari Kamis (29/04) tersebut berlangsung lancar dan tanpa kendala.

Tepat pada pukul 10.20 WIB, Gedung ITC UAD digoncang gempa yang dibuat oleh para mahasiswa Madapala UAD. Hal ini dilakukan untuk antisipasi datangnya gempa yang tidak terduga. Asbun, salah satu panitia simulasi tanggap bencana gempa menjelaskan bahwa “kami mencoba membuat tim untuk menjadi relawan. Kami memilih Gedung ITC UAD sebagai lokasi karena kondisi gedung sangat mendukung dengan keinginan kami” Tukasnya.

Seperti halnya kejadian gempa semestinya, para korban berteriak histeris, berlari kalang kabut mencari pertolongan. Para Tim evakuasi korban pun akhirnya datang untuk menolong para korban yang berada di daerah yang telah disepakati. “Kami sangat senang dengan kegiatan seperti ini, bagi saya kegiatan seperti ini sangat berguna untuk antisipasi menanggulangi kejadian yang tidak terduga” ucap Iqbal salah satu korban simulasi gemba tersebut. (Sbwh)

 

 

Read more

ELMAN JULIANDA Pertahankan Prestasi UAD Dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2010

Elman Julianda adalah mahasiswa angkatan 2006 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang mewakili UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Yogyakarta, Indonesia dalam kompetisi pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) yang diselenggarakan Kopertis Wilayah V Tahun Anggaran 2010. Dalam hal ini Elman berjuang untuk mempertahankan prestasi UAD dalam penyandang gelar Mawapres pada tehun sebelumnya. “Bagi saya, ini adalah beban yang berat, mengingat UAD dari tahun ketahun selalu juara I dalam Mawapres ini. Di sini saya mengemban amanah untuk mempertahankan kualitas dan prestasi dalam memperjuangkan Eksistensi nama UAD pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ini” tegas Elman ketika di temui disela-sela kesibukannya.

Kesibukanya menyusun skripsi tidak menyurutkan semangat Elman dalam memperjuangkan kompetisi Mawapres ini. Hasilnya, dia mampu menunjukkan keseriusannya dengan meraih prestasi yang luar biasa yaitu menjadi juara I dalam Mawapres 2010 tersebut.

Proses Pemilihan Mawapres 2010 dimulai sejak bulan Februari 2010 dengan tahapan : pemilihan di tingkat fakultas dan universitas. Aspek yang dinilai meliputi: Indeks Prestasi Komulatif (IPK), kegiatan ekstra kurikuler, penguasaan bahasa Inggris, kepribadian dan Karya Tulis Ilmiah (untuk tingkat universitas). Elman memaparkan bahwa dalam mencapai kompetisi ini harus ada keseimbangan antara akademik dan praktek, kegiatan ektrakurikuler serta karya ilmiah. tampa hal itu kita tidak akan bisa maju dan kegiatan tersebut begitu sangat membantu baik dalam seleksi tingkat universitas maupun tingkat nasional nantinya. Tegas

Proses seleksi tingkat universitas tahun ini terbilang lebih berat dari sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya, kemampuan bahasa Inggris hanya dilakukan dengan tes tulis saja, maka mulai tahun 2010 ditambah dengan tes kemampuan Bahasa Inggris Aktif (wawancara) dan calon yang lolos ke tahapan 3 besar di universitas wajib melakukan presentasi karya ilmiah dalam Bahasa Inggris. Elman mengungkapkan banyak hal yang harus dipersiapkan untuk finalis nasional nanti. Saya akan lebih memahami lagi karya ilmiah yang telah diajukan, agar nanti lebih leluasa dalam menyampaikannya. Selain itu, saya harus belajar bahasa Inggris karena saya masih lemah dalam penggunaan bahasa Inggris. Meskipun bahasa Inggris bukan syarat mutlak tapi bahasa Inggris merupakan salah satu pendukung untuk melengkapi persyaratan yang ditetapkan. Bagi saya bahasa Inggris sangat penting karena di dalam komunikasi global akan sangat membantu” Tegasnya. (Sbwh)

 

 

 

Read more

PBI UAD : Studium General On Teaching Language Skills TO Children

Program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Studium General on Teaching Language Skills For Children pada 22 April 2010 bertempat di Auditorium kampus 2 UAD. Kuliah umum yang dilaksanakan dari pukul 9.30 sampai 12.00 ini menghadirkan Mrs. Agnes Sunder dari National Institute of Education, Singapura, sebagai pembicara, dengan Muhammad, M. Hum., sebagai moderator. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang merupakan mahasiswa PBI UAD dari berbagai angkatan.

Kaprodi PBI UAD, Azwar Abbas, M. Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini jurusan Pendidikan Bahasa Inggris merupakan salah satu jurusan yang cukup banyak diminati. Beberapa universitas di Yogyakarta seperti UIN, UMY, dan UTY dalam waktu dekat juga akan membuka jurusan ini. “Lulusan PBI UAD diharapkan siap untuk bersaing dengan lulusan dari universitas lain dan nantinya kualitas yang akan menentukan siapa yang bisa lebih diterima oleh pasar pendidikan” ungkapnya. Drs. Ishafit, M. Si., selaku Dekan FKIP UAD, yang hadir dan membuka acara ini secara resmi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan studium general ini sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dalam ceramahnya, Mrs. Agnes Sunder menyampaikan bahwa dalam mengajarkan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (Teaching English as Second Language) atau bahasa Inggris sebagai bahasa asing (Teaching English as Foreign Language), harus ditentukan tujuan jangka panjang, menengah dan jangka pendek yang hendak dicapai. Selanjutnya, dalam pembahasan yang lebih detail tentang pengajaran keahlian bahasa Inggris pada anak-anak (Teaching English Skills to Children), Mrs. Sunder menyampaikan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam mengajar bahasa pada anak-anak dan bagaimana cara mengajar bahasa Inggris pada anak-anak agar menarik dan efektif.

“Menurut saya, acara ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa PBI, terutama untuk menambah pengetahuan dan pemahaman bagaimana cara mengajar anak-anak. Saya sangat senang mengikuti acara ini sebab Mrs. Sunder sebagai pembicara penyampaian materinya mudah dipahami dan sangat interaktif dengan peserta.” Ungkap Cillvia Komalakatristya Sandhy, salah seorang peserta. (dwi_tt. ed. danang).

 

 

Read more

UAD Selenggarakan Seminar EPISTIMOLOGI Islam dan Integrasi Pengetahuan Terhadap Reformasi Pendidikan

Jum’at (16/04), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia menyelenggarakan Seminar Epistimologi Islam dan Integrasi Pengetahuan Terhadap Reformasi Pendidikan bertempat di Hotel Satya Graha Jl. Veteran 147 Umbul Harjo Yogyakarta. Seminar ini dihadiri oleh berbagai tokoh sebagai pembicara yaitu : Prof. Dr. Rosnani Hashim (Pakar Filsafat Pendidikan Islam terkemuka di Asia Tenggara dari Universitas IIUM Malaysia), Prof. Dr. Habib Chirzin dan Prof. Noeng Muhajir.

Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen dan masyarakat umum ini, dibuka oleh Dr. Ir. H. Dwi Sulisworo, M.T selaku Wakil Rektor I (WR I) UAD. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “Semoga dengan adanya seminar ini dapat membuka wawasan bagi mahasiswa UAD khususnya dan bagi pendidikan di Indonesia umumnya, sehingga ada perubahan yang signifikan bagi reformasi pendidikan kita khususnya di UAD”.

Prof. Dr. Habib Chirzin menjelaskan bahwa “Pendidikan yang ada di Muhammadiyah merupakan pendidikan gerakan Islam, dakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar. Oleh karena itu dimana Muhammadiyah berada, mereka akan tetap berada pada jalur yang tepat, apalagi didukung dengan sistem informasi sekarang yang lebih canggih, akan lebih gampang dalam menjalankan dakwah ilmu pengetahuan melalui sistem informasinya” Tukasnya.

Seminar yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Profesi Kependidikan (LPPK) ini berlangsun pada Pkl 13.00 s/d 16.00 WIB. Tujuan diadakannya seminar tersebut untuk mengenalkan pendidikan Islam berbasis epistimologi kepada mahasiswa agar dapat mengenal pendidikan dari sudut pandang Islam.

Prof. Dr. Rosnani Hashim menjelaskan bahwa “Pendidikan dalam pandangan epistimologi islam terletak pada sumber ilmu yang meliputi panca indra, akal, ilham dan wahyu. Epistimologi amat penting dalam konteks menentukan kandungan kurikulum yakni ilmu yang ingin diterapkan dalam pendidikan formal. Kurikulum mempunyai bagian-bagian makna yang mencerminkan perubahan konsepsi untuk membentuk tujuan pendidikan dalam proses tujuan yang ingin dicapai dalam dunia ilmu pendidikan” Tambahnya .

Prof. Noeng Muhajir berpendapat bahwa “Untuk mendapatkan bukti kebenaran dalam ilmu pengetahuan kita harus melihat dari dua sisi. Yaitu membangun kebenaran dengan mengunakan akal dan ilmu pengetahuan. Artinya ketika di masjid kita harus mengunakan pola pikir yang telah di tetapkan oleh Allah SWT. Berbeda ketika berada di Lab eksperimen, kita harus menggunakan pola pikir rasional empirik dan etikpun diabaikan” Tegasnya. (sbwh)

 

 

Read more

Kunjungan 300 Siswa SMK : Mengenal UAD Lebih Dekat

Sabtu (17/04), 300 Siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kendal, Jawa Tengah berkunjung ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia. Kunjungan yang dilaksanakan di Kampus I UAD Jln. Kapas No. 9 Yogyakarta tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Bpk. Pujiono.

“Kedatangan kami ke UAD adalah untuk mengenal lebih dekat Perguruan Tinggi (PT) kepada siswa supaya nanti siswa mempunyai pandangan tentang kampus UAD dengan harapan jika suatu saat siswa kami ingin masuk UAD tidak kaget lagi. Selain itu, kami juga ingin menambah pengalaman untuk memperbaiki kualitas sekolah khususnya bagi perkembangan sekolah itu sendiri dan perkembangan para guru yaitu dengan cara melihat, meniru, dan menambahkan apa yang akan di dapatkan di UAD ini”, tegas Pujiono.

Diharapkan kunjungan tersebut dapat mempererat jalinan silaturrahim antara UAD dan SMK Muhammadiyah 3 Weleri Kendal. “Dengan adanya kunjugan ini diharapkan bisa mengenal UAD lebih jauh lagi, agar nanti saya tidak kaget memasuku dunia kampus. Rencananya saya ingin masuk UAD pada ajaran baru nanti” ucap Wahyu salah satu siswa yang diwawancarai pada saat kunjungan berlangsung.

Pertemuan yang berlangsung singkat tersebut mendapat tanggapan baik dari pihak UAD. Ini terlihat ketika Pak Sugiarto, S.H,. M.H menyampaikan perihal perjalanan UAD. Dalam sambutanya beliau menegaskan bahwa sebelum UAD seperti sekarang ini banyak sekali perjuangan untuk meningkatkan kualitasnya dan Alhamdulillah sekarang UAD menjadi salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang mampu menunjukkan kualitasnya dari tahun ke tahun. Terbukti dari prestasi yang telah diperolehnya seperti pada tahun 2009 UAD sebagai juara I tingkat Nasional “Open Jive Competition” oleh Sun Mcrosystem, sekaligus finalis tingkat ASEAN di Singapura. Untuk mempertahankan kualitas tersebut UAD mencoba mengambil mahasiswa yang berprestasi untuk dijadikan dosen. Tegas Sugiarto. (Sbwh)

 

 

Read more

Farmasi UAD Selenggarakan Seminar Nasional Kosmetika Alami dengan Bintang Tamu Inneke Koesherawati

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia akan menyelenggarakan Seminar Nasional Kosmetika Alami pada tanggal 12 Juni 2010 dengan tema : “Ekspresikan Aura Cantikmu Dengan Kosmetika Alami”. Seminar Nasional yang menghadirkan bintang tamu artis kondang Inneke Koesherawati tersebut akan dilaksanakan di Hotel Shapir Jl. Laksda Adisucipto No. 38 Yogyakarta.

Seminar Nasional ini sekaligus akan dirangkai dengan presentasi hasil penelitian kefarmasian. Adapun tujuan dilaksanakannya seminar nasional ini adalah memahami produk kosmetika alami dengan berbagai bentuk sediaan yang aman bagi konsumen, meningkatkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kosmetik alami dan agar produk kosmetika herbal asli Indonesia mampu bersaing menembus pasar dunia.

Keynote Speech dalam seminar nasional mendatang adalah Prof. Dr. Huang Renbin (Guangxi University) dengan materi : Menggali Ramuan Tradisional Untuk Kecantikan. Sedangkan pemateri lainnya adalah :

• Investigasi dan Standarisasi Bahan Alam Kosmetik (Prof. Dr. Suwijoyo Pramono, DEA, Apt. / Guru Besar Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada)
• Teknologi Formulasi dan Pengembangan Produk Kosmetik (Dra. Hj. Nurhayati Subakat / Owner Wardah Kosmetik)
• Legalisasi Aman Produk Kosmetik (Badan POM Yogyakarta)
• Sertifikasi Halal Produk Kosmetik(POM MUI DIY)

Informasi lebih lengkap baik meliputi kegiatan, biaya dan pendaftaran dapat dilihat di http://seminar.ffarmasi.uad.ac.id.

 

 

Read more

Tim UAD ke Tingkat Nasional Kontes Roket Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia

Dalam rangka menumbuhkembangkan kreativitas mahasiswa, mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia nyata serta meningkatkan kepekaan para mahasiswa Indonesia dalam pengembangan robotika, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tingi (DP2M DIKTI), menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) 2010. Surya Yeki, Amran Fauzi, Prima Artantyo, Eka Budianta, Wahono Cipta R dan Arif Rahman Fauzi menjadi wakil UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Yogyakarta sebagai kontestan robot dan roket.

Berdasarkan hasil laporan kemajuan calon peserta Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) dan Kompetisi Roket Indonesia (KORINDO) Tim Roket UAD dengan nama SKYPE dan Tim Robot UAD (FOOTTA Divisi Berkaki) dan (Fire-X Divisi Beroda) dinyatakan lolos Tingkat Nasional. Hal ini tidak luput dari kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing serta dukungan UAD dalam memberikan kepercayaan terhadap mahasiswa. Drs. H. Muchlas, MT selaku Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) menjelaskan bahwa “Sekarang kami sedang mengkonsentrasikan diri untuk mendongkrak prestasi-prestasi khususnya dalam bidang penalaran mahasiswa, tentunya tampa meninggalkan pembinaan-pembinaan pada sisi lain seperti seni dan olahraga dan minat bakat lainnya. Kami tidak meningalkan, tapi kita lebih konsentrasi pada penalaran mahasiswa diantara penalaran itu adalah KRCI, KORINDO, Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES), dan Debat Bahasa Inggris adalah sebagian program kreatif mahasiswa yang sudah mulai berjalan saat ini”, tegas beliau ketika diwawancarai (15/4) kemarin.

Nuryono Satya Widodo, S.T., M.Eng, selaku dosen pembimbing, menambahkan “kami mencoba membuat Studi Club (SC) untuk menjaring mahasiswa yang mempunyai keinginan, minat dan kemampuan dalam mengembangkan ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan. Kami juga ingin mencoba mengembangkan mahasiswa dalam rangka regenerasi selanjutnya, pada kontes ini kami mencoba menggabungkan generasi-generasi baru yaitu mengambil mahasiswa semester 4, 6 dan 8. Diasumsikan agar pengetahuan yang ada terus berlanjut dan berkembang hingga generasi berikutnya”.

Tujuan diadakannya kontes ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta kedirgantaraan pada mahasiswa, khususnya dan masyarakat pada umumnya. dan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, membuat, dan merakit. Kartika Firdausi, S.T., M.T. selaku Kepala Program Studi Teknik Elektro menyampaikan bahwa “Kami sangat mendukung dan sangat bangga kepada mereka. Kontes ini merupakan proses belajar juga bagi mahasiswa jadi mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dan pelajaran di dalam kelas saja tapi juga bisa mendapatkannnya di luar kelas. Dari sisi soft-skill mereka bisa bekerjasama sebagai satu tim. Mereka akan berlatih untuk bisa bagaimana menyampaikan presentasi ketika ingin menjelaskan hasil karyanya kepada juri yang bersangkutan”.

Surya Yeki salah satu kontestan menambahkan “Kami mencoba untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan dukungan dari kampus untuk mengembangkan kemampuan kami, baik dari segi mental maupun dari segi pendanaannya. Kendala dalam membuat robot adalah untuk mencari alat yang dibutuhkan masih sangat minim, di Yogyakarta sendiri masih tergolong kurang lengkap dalam hal perlengkapan elektronika. Dari situ, untuk menbeli alat kami harus mencari ke luar daerah. Selain itu kami juga harus membagi waktu dengan kuliah. Tapi kami harus semangat untuk memenangkan perlombaan ini supaya bisa menjadi mahasiswa yang bisa dibanggakan oleh semua pihak, khususnya UAD”.

Kompetisi Roket Indonesi Tingkat Nasional ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 – 28 Juni 2010 di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta, bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Bantul. “Semoga anak didik kami bisa memberikan hasil terbaiknya dalam perlombaan kali ini”, tegas Drs. H. Muchlas MT. (Sbwh)

 

 

Read more