| Prodi Sastra Indonesia memiliki keunggulan dalam empat aspek yaitu: 1) Keilmuan, 2) Dosen, 3) Mahasiswa. 4) Sarana dan Prasarana.
Aspek pertama yaitu unggul dalam keilmuan. Hal ini tercermin dalam kurikulum Sastra Indonesia yang menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang memiliki keunggulan di bidang sastra, linguistik dan budaya dalam kegiatan produktif dan pelayanan terhadap masyarakat. Keunggulan di bidang sastra didukung oleh mata kuliah seperti Kajian Naskah Drama, Kajian Pernaskahan, dan Sastra Islam.
Keunggulan dalam bidang linguistik tampak pada mata kuliah misalnya BIPA Dasar, BIPA Lanjut, Jurnalistik Media Cetak dan Elektronik, dan Penyuntingan media elektronik. Mata kuliah tersebut akan mendukung lulusan memiliki kompetensi profesional dalam bidang kebahasaan yang ditunjang dengan kemampuan teknologi informasi.
Keunggulan dalam bidang budaya tercermin pada beberapa mata kuliah seperti Penelitian Budaya, Teori Kebudayaan, Kajian Gender, dan Kepariwisataan. Mata kuliah tersebut dapat menumbuhkembangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa yang berbudaya dan dijiwai nilai-nilai islam agar mampu bertahan dan mengembangkan diri.
Kedua, unggul dalam aspek dosen. Prodi Sastra Indonesia memiliki dosen yang unggul di bidang sastra, budaya dan bahasa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya dosen Prodi Sastra Indonesia yang menerima hibah kompetitif Ristekdikti dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Selanjutnya, secara berkala dosen Prodi Sastra Indonesia menerbitkan karya ilmiah baik buku referensi, karya populer maupun artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal/prosiding berskala nasional dan internasional.
Ketiga, unggul dalam aspek mahasiswa. Mahasiswa prodi Sastra Indonesia secara rutin mengikuti kompetisi yang bersifat regional, nasional, maupun internasional, dalam bidang akademik maupun non-akademik. Beberapa di antaranya berhasil menjadi juara. Mahasiswa Sastra Indonesia pun aktif berkarya dan dipublikasikan di berbagai media cetak maupun online, bahkan beberapa mahasiswa telah menghasilkan karya buku baik antologi maupun karya pribadi.
Keempat, unggul dalam aspek fasilitas dan prasarana, Prodi Sastra Indonesia menyediakan ruang pemeranan, Self Access Center (SAC), mini theater, laboratorium bahasa dan laboratorium multimedia. Ruang SAC disediakan bagi mahasiswa yang akan membaca buku-buku referensi, majalah, jurnal, skripsi dan lain-lain. Di ruang pemeranan mahasiswa dapat berlatih teknik pementasan, pemeranan, dan latihan monolog. Sementara itu, Laboratorium Bahasa dan Laboratorium Multimedia digunakan mahasiswa untuk mempraktikkan mata kuliah bahasa asing, yaitu Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris. Laboratorium Multimedia juga digunakan untuk praktik mata kuliah Desain Grafis Media Elektronik, Editing, dan Desain Grafis Media Cetak.
2. Yang dimaksud dengan bidang bahasa, sastra, dan budaya adalah bidang-bidang yang menjadi fokus kajian Prodi Sastra Indonesia. Ketiga bidang ini akan menghasilkan berbagai penelitian yang berkenaan dengan kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kompeten di ketiga bidang tersebut.
3. Yang dimaksud dengan prodi berwawasan global adalah prodi yang memiliki sivitas akademika yang aktif dalam kegiatan ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Kurikulum prodi Sastra Indonesia juga disusun untuk mempersiapkan lulusannya memiliki wawasan global yang ditunjang dengan mata kuliah BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Mandarin. Selain itu, prodi juga memiliki kerjasama dengan institusi dalam dan luar negeri seperti kerjasama dengan Thammasat University, Thailand dalam kegiatan pertukaran mahasiswa, Guangxi University for Nationalities dalam kegiatan pertukaran dosen dan mahasiswa. Dosen Prodi Sastra Indonesia juga aktif dalam mengikuti kegiatan akademik seperti seminar dan konferensi internasional.
4. Yang dimaksud dengan “dijiwai nilai–nilai Islam“ adalah nilai-nilai yang terkandung pada Al Quran dan As Sunnah. Nilai-nilai tersebut dikembangkan menjadi nilai integritas dan kepemimpinan yang amanah, nilai solidaritas (basyiran), kebersamaan dan keikhlasan serta nilai inovasi (pembaruan, pencerahan dan berkemajuan). |