Teknik kimia merupakan cabang ilmu teknik yang menerapkan prinsip-prinsip kimia, biologi, fisika, dan matematika untuk memecahkan masalah yang melibatkan produksi bahan kimia, bahan bakar, obat-obatan, makanan, dan banyak produk lainnya. Seorang Insinyur Kimia (chemical engineer) mempelajari ilmu Teknik Kimia guna menjawab tantangan terkait perubahan-perubahan pada Industri kimia yang dinamis.
Program Studi Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan berdiri sejak tahun 1997. Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia UAD berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan dari luar negeri. Program Studi Teknik Kimia UAD memiliki 20 orang dosen tetap, 11 orang S3, 3 orang sedang menyelesaikan S3, dan 6 orang dosen S2. Latar belakang pendidikan dosen berasal dari Universitas dalam negeri dan luar negeri seperti Jerman, Inggris, Jepang, Taiwan dan Malaysia.
Kurikulum pendidikan Program Studi Teknik Kimia UAD senantiasa disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan dunia kerja. Total SKS yang harus diambil oleh mahasiswa sebanyak 144 SKS (Kurikulum 2021). Jumlah SKS tersebut terbagi menjadi 2, mata kuliah wajib sejumlah 134 SKS, dan mata kuliah pilihan sejumlah 10 SKS. Pembelajaran yang dilaksanakan berupa teori dan praktek yang mencakup praktikum, penelitian, kerja praktek, kuliah kerja nyata (KKN), skripsi serta kegiatan-kegiatan tambahan (kunjungan industri, student exchange, workshop, pelatihan kompetensi, seminar).
Program Studi Teknik Kimia UAD telah menghasilkan banyak alumni yang bekerja di berbagai perusahaan / institusi yang berada di Indonesia bahkan luar negeri, diantaranya adalah perusahaan perminyakan, petrokimia, pertambangan, semen, pupuk, makanan, farmasi, perbankan, institusi pemerintahan dan sebagainya. Alumni Program Studi Teknik Kimia UAD juga banyak yang berkarir sebagai entrepreneur dengan mendirikan perusahaan di bidang yang terkait dengan cabang ilmu Teknik Kimia.